“Kesadaran adalah hukuman paling kejam
yang diberikan oleh Tuhan”
(Catatan di dinding rumah pergerakan)
“Baca dan Lawan” menjadi trademark penerbit Resist Book yang banyak dibaca oleh para pemuda karena beraroma protes, pemberontakan, revolusi, radikal dan kiri yang semuanya adalah jiwa muda. perLAWANANan laksana nafas yang senantiasa mengikuti setiap kehidupan. Hidup adalah kematian tanpa perlawanan. Daya lawan setiap perjuangan menjadi sebuah arti dalam kehidupan. Perlawanan kecil berarti sebuah sebuah kekalahan besar dalam misi keabadian demi perjuangan hidup yang lebih baik.
Benih perlawanan tumbuh dalam musim semi kesadaran. Jiwa kesadaran selalu dibelai mesra oleh kelaliman. Setiap nafas kesadaran selalu beraroma kuburan bagi mereka yang mentasbihkan diri sebagai “pemberontak”, “demonstran”, “pejuang”, “pembela” kemurnian hidup. Setiap tarikan nafas mereka adalah semangat pembebasan, maka setiap itu pula mereka sangat berhak untuk ditumpas habis untuk melepaskan jiwa juang mereka oleh para penguasa.
Jika terbesit dalam nafasmu untuk melawan, maka kamu saat itu juga sedang mencicipi kelezatan hidup, dimana banyak orang mati merindukan untuk mencicipi walau setetes, jika mereka diijinkan untuk bangkit hidup kembali.
Lalu, kenapa engkau tidak pernah mau hidup, melawan?
Cawan penuh anggur yang bagaimana yang engkau inginkan, kalau bukan cawan anggur perlawanan?
Ingat! Sekali lagi dicatat di dinding hati dan pikiranmu!
Setiap perlawanan adalah kuburan suci yang akan diinjak-injak orang yang masih bernyawa. Tapi setiap tulisan akan selalu menggaung di setiap zaman sejarah manusia. Setiap perlawanan terhadap tulisan adalah kekalahan bagi mereka yang melawan. Tulisan hidup dalam setiap pikiran manusia yang akan menuntun menuju gerbang kesadaran. Kesadaran adalah kehidupan yang selalu dijaga oleh Tuhan yang Supra Sadar.
Mau melawan?
Mau menulis tentang perlawanan?
Siapkan peti mati satu saja untuk badanmu yang ringkih. Tapi kereta kencana kesadaran dengan segala kemegahannya akan selalu membawamu mengarungi setiap keindahan kehidupan.
INI KARYAKU, MANA KARYAMU?
JANGAN “TANYA KENAPA?”
TAPI, KAU BISA MENULIS APA?
☻☻☻☻☻
