LPM KENTINGAN UNS SOLO

March 28, 2008

Persma: Fungsi dan Permasalahan Organisasi

Filed under: Uncategorized — lpmkentingan @ 10:51 am

Lembaga Pers Mahasiswa adalah wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan dan kreativitas menjadi jurnalis. Mahasiswa yang senang akan kegiatan seorang jurnalis, akan mempunyai banyak pengalaman. Karena mahasiswa tersebut akan menyalurkan ide kreatif dalam bentuk tulisan dan melahirkan pikiran segar guna mengaktualisasikan diri dalam merespon realita yang ada di lingkungan sekitarnya. Realita yang ada akan berubah teus menerus sesuai dengan perkembangan zaman. Maka peran lembaga pers mahasiswa sangat dibutuhkan untuk mensosialisasikan permasalahan yang ada dan alternatif – alternatif solusinya.

Lembaga Pers mahasiswa, atau yang lebih dikenal dengan kata persma, tidak banyak berbeda dengan pers pada umumnya. Salah satu persamaan dari persma dan pers umum adalah fungsinya. Fungsi yang ada pada pers umum dan persma pada dasarnya sama, hanya saja dalam praktek yang notabene berbeda.

Pada dasarnya fungsi* pers ada delapan yaitu informatif, kontrol, interpretatif & direktif, menghibur , regeneratif, pengawalan hak – hak warganegara , ekonomi, dan terakhir adalah fungsi swadaya. Semua fungsi tersebut melekat pada pers umum maupun persma , yang diwujudkan dalam produk – produk mereka ( majalah , bulletin , koran, tabloid, dll ). Sedangkan dalam persma sendiri ada beberapa fungsi yang menonjol. Fungsi yang menonjol antara lain informatif , kontrol dan pengawalan hak – hak warga negara Fungsi tersebut sesuai dengan kepribadian seorang insan pers yang masih duduk di bangku perkuliahan.

Pada era reformasi, persma dijamin kebebasannya untuk menjalankan fungsi – fungsinya. Hal itu didukung denganUU Pers yang cukup menjanjikan. Akan tetapi dengan adanya era kebebasan ini persma semakin lama tidak terdengar gaungnya. Hal ini terjadi karena berbagai macam sebab. Salah satunya adalah permasalahan dari Organisasi Persma itu sendiri.

Keaktifan organisasi persma zaman dahulu dan sekarang berbeda dan dipengaruhi oleh banyak permasalahan. Permasalahan tersebut timbul dan akan coba diungkap adalah permasalahan yang terjadi di Internal organisasi. Beberapa diantaranya adalah permasalahan yang klasik seperti Sumber Daya Manusia (SDM), manajemen persma, dan pengkaderan.

SDM persma yang berkualitas dibutuhkan untuk menghasilkan sebuah media yang berstandar. Media persma yang terkenal dalam sejarah persma mempunyai SDM berkualitas. Hal itu bisa dibuktikan dengan oplah yang cukup fantastis. Masalah SDM dalam persma berkaitan erat dengan kegiatan utama seorang jurnalis yaitu menulis. Saat ini, budaya menulis dikalangan mahasiswa sangat menurun, karena menulis memang tidak mudah bagi kebanyakan mahasiswa. Dan kegiatan menulis dipengaruhi oleh kegiatan membaca. Begitupula kegiatan membaca di kalangan mahasiswa tidaklah berbeda dengan kegiatan menulis. Hal ini tidak hanya terjadi pada mahasiswa akan tetapi seluruh rakyat Indonesia. Sehingga dalam website tempo interaktif pada 8 Februari 2008 memberitakan kegiatan yang akan dilaksanakan Presiden RI pada keesokan harinya yaitu Pencanangan Gerakan Membaca Koran di Semarang pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN).

Manajemen persma sangatlah berbeda dengan manajemen pada pers umum. Dalam praktek hal itu dibedakan dengan orientasi organisasi pers itu sendiri. Jika pers umum mempunyai unsur profit oriented, maka persma tidak. Dengan adanya orientasi itu secara tidak langsung menyebabkan profesionalisme yang berkembang pada pengelola. Akan tetapi media persma bukannya tidak dapat bekerja secara profesional. Selain itu masalah manajemen persma berhadapan dengan adanya regenerasi yang terus berjalan, dimana adanya perubahan keanggotaan.

Sistem kaderisasi dalam tubuh persma sangat dibutuhkan untuk mengatasi permasalahan – permasalahan. Namun dalam kenyataan, hanya beberapa persma yang mempunyai sistem pengkaderan yang bagus. Dalam era reformasi, sistem pengkaderan harus disesuaikan dengan perubahan yang ada. Agar dapat menjaga kontinuitas dari organisasi pers itu sendiri

Segala permasalahan yang timbul tidaklah se-kompleks yang dibayangkan, jika adanya keoptimisan dalam membangun kebangkitan persma yang dahulu pernah berjaya. Persma yang beranggotakan mahasiswa, dimana mahasiswa merupakan agent of change, harus dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Selain itu pers harus berperan kembali seperti yang dipersepsikan yaitu sebagai The Four State of Democrasy (Pilar keeempat demokrasi). Sehingga persma yang merupakan bagian dari Bangsa Indonesia, mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa.

Oleh : Achmad F.A.

Blog at WordPress.com.